Tampilkan postingan dengan label elektronika. Tampilkan semua postingan

AC PHASE CONTROL DIMMER LAMP

Pada rangkaian dimmer ini, tegangan AC 220 volt diubah oleh transformator menjadi tegangan DC 12 volt. Pengubahan tegangan dilakukan melalui penyearah diode. Dan dari rangkaian di atas terlihat bahwa terdapat dua penyearah dida yang digunakan, hal ini ditujukan karena penyearah yang pertama berfungsi untuk supplay tegangan DC 12 volt yang yang juga terdapat filter untuk mengurangi ripple tegangan outputnya, sedangkan penyearah yang kedua yaitu penyearah tanpa filter yang sebagai inputan untuk mendeteksi zero cross detector. Penggunaan 2 potensiometer di atas ditujukan, yang pertama adalah potensio yang terhubung dengan LM339 yang berfungsi sebagai pembanding agar nyala lampu bisa dibandingkan atau bisa juga dikatakan sebagai pengatur nyala lampu. Sedangkan potensio yang kedua adalah yang terhubung dengan IC NE555 yang berfungsi untuk pengaturan delay. Penggunaan MOC3041 digunakan untuk isolasi dari tegangan rendah ke tinggi berdasarkan cahaya. Pada rangkaian dimmer yang kami buat, kami menggunakan IC LM339 sebagai ZCD-nya, sedangkan ada berbagai elternatif komponen untuk merangkai ZCD, misalnya transistor. Sebenarnya prinsipnya sama yaitu sebagai ZCD untuk membaca sudut picu yang dimulai dari 00, perbedaannya adalah dari cara kerjanya. IC LM339 menggunakan prinsip komparator, sedangkan transistor menggunakan prinsip sebagai saklar. Namun, dari project yang kami buat ini belum berhasil sebab terdapat beberapa kesalahan pada penggunaan dan perangkaian komponen, yaitu salah satunya adalah komponen IC LM339 dimana letak kesalahannya adalah hanya menampilkan output gelombang DC lurus saja yang seharusnya berbentuk gelombang sinus dan apabila potensio diputar, maka yang terjadi adalah gelombang DC naik turun, jadi yang bertambah justru tegangannya. Selain itu juga terjadi kesalahan pada perangkaian kaki dari MOC3041, yang seharusnya kaki 4 terhubung dengan gate dar TRIAC, tapi justru kaki 6 yang terhubung dengan TRIAC, jadi beberapa hal tersebutlah yang membuat lampu hanya bis menyala dan tidak dapat dipicu.

Mikrokontroller Atmega 8535

Mikrokontroler merupakan sebuah sistem komputer yang seluruh atau sebagian besar elemennya dikemas dalam satu chip IC, sehingga sering disebut single chip microcomputer. Lebih lanjut, mikrokontroler merupakan sistem komputer yang mempunyai satu atau beberapa tugas yang sangat spesifik, berbeda dangan PC (Personal Computer) yang memiliki beragam fungsi. Perbedaan lainnya adalah perbandingan RAM dan ROM yang sangat berbeda antara komputer dengan mikrokontroler. Mikrokontroler adalah sebuah system microprocessor dimana didalamnya sudah terdapat CPU, ROM, RAM, I/O, Clock dan peralatan internal lainnya yang sudah saling terhubung dan terorganisasi (teralamati) dengan baik oleh pabrik pembuatnya dan dikemas dalam satuchip yang siap pakai. Sehingga kita tinggal memprogram isi ROM sesuai aturan penggunaan oleh pabrik yang membuatnya menurut Winoto (2008:3). Teknologi yang digunakan pada mikrokontroler AVR berbeda dengan mikrokontroler seri MCS-51. AVR berteknologi RISC (Reduced Instruction Set Computer), sedangkan seri MCS-51 berteknologi CISC (Complex Instruction Set Computer). Mikrokontroler AVR dapat dikelompokkan menjadi empat kelas, yaitu keluarga ATtiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega, dan keluarga AT89RFxx. Pada dasarnya yang membedakan masing-masing kelas adalah memori, kelengkapan periperal dan fungsi-fungsi tambahan yang dimiliki. Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai Mikrokontroler ATMega8535: Diagram pinmikrokontroler dapat dilihat pada gambar berikut: Berikut ini adalah tabel penjelasan mengenai pin yang terdapat pada mikrokontroler ATMega8535: Tabel Penjelasan pin pada mikrokontroler ATMega8535 Berikut ini adalah penjelasan dari pin mikrokontroler ATMega8535 menurut port-nya masing-masing: 1. PORTA Pin33 sampai dengan pin 40 merupakan pin dari port A. Merupakan 8 bit directional port I/O. Setiap pin-nya dapat menyediakan internal pull-up resistor (dapat diatur per bit). Output buffer port A dapat memberi arus 20 mA dan dapat mengendalikan display LED secara langsung. Data Direction Register port A (DDRA) harus di-setting terlebih dahulu sebelum port A digunakan. Bit-bit DDRA diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port A yang disesuaikan sebagai input, atau diisi 1 jika sebagai output. Selain itu, pin-pin pada port A juga memiliki fungsi-fungsi alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam tabel: Tabel Penjelasan pin pada port A 2. PORTB Pin 1 sampai dengan pin 8 merupakan pin dari port B. Merupakan 8 bit directional port I/O. Setiappin-nya dapat menyediakan internal pull-up resistor (dapat diatur per bit). Output buffer port B dapat memberi arus 20 mA dan dapat mengendalikan display LED secara langsung. Data Direction Register port B (DDRB) harus di-setting terlebih dahulu sebelum port B digunakan. Bit-bit DDRB diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port B yang disesuaikan sebagai input, atau diisi 1 jika sebagai output. Selain itu, pin-pin port B juga memiliki fungsi-fungsi alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam tabel: Tabel Penjelasan pin pada port B 3. PORTC Pin 22 sampai dengan pin 29 merupakan pin dari port C. Port C sendiri merupakan port input atauoutput. Setiap pin-nya dapat menyediakan internal pull-up resistor (dapat diatur per bit). Output buffer port C dapat memberi arus 20 mA dan dapat mengendalikan display LED secara langsung.Data Direction Register port C (DDRC) harus di-setting terlebih dahulu sebelum port C digunakan.Bit-bit DDRC diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port C yang disesuaikan sebagai input, atau diisi 1 jika sebagai output. Selain itu, pin-pin port D juga memiliki fungsi-fungsi alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam tabel. Tabel Penjelasan pin pada port C 4. PORTD Pin 14 sampai dengan pin 20 merupakan pin dari port D. Merupakan 8 bit directional port I/O. Setiap pin-nya dapat menyediakan internal pull-up resistor (dapat diatur per bit). Output buffer port D dapat memberi arus 20 mA dan dapat mengendalikan display LED secara langsung. Data Direction Register port D (DDRD) harus di-setting terlebih dahulu sebelum port D digunakan. Bit-bit DDRD diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port D yang disesuaikan sebagai input, atau diisi 1 jika sebagai output. Selain itu, pin-pin port D juga memiliki fungsi-fungsi alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam tabel: Tabel Penjelasan pin pada port D C. Diagram blok ATmega8535 Pada diagram blok ATMega8535 digambarkan 32 general purpose Working register yang dihubungkan secara langsung dengan Arithmetic Logic Unit (ALU). Sehingga memungkinkan duaregister yang berbeda dapat diakses dalam satu siklus clock.

Sistem Kontrol Tombol Pada Kuis

Dalam aplikasi ini digunakan untuk membaca input yang dimasukkan oleh pemain dan di keluarkan dalam bentuk bunyi buzzer dan nyala lampu. Penjelasan : Dari diagram diatas terlihat bahwa setelah salah satu peserta menekan tombol di depannya (PB1, PB2, PB3) maka buzzer akan berbunyi selama 10 detik (tim 000) dan secara otomatis lampu indikator penekannya (L1, L2, L3) akan terus menyala sampai pembawa acara menekan tombol reset. Situasi ini terjadi apabila dalam satu saat hanya salah satu peserta saja yang menekan tombol. Jika terjadi situasi para peserta menekan tombol secara bersamaan maka buzzer dan lampu indikator tidak akan menyala(misal PB1 dan PB2 di tekan bersamaan maka kontaktor PB1dan PB2 NC sehingga ke dua lampu indikator tidak akan menyala)

facebook

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Berbagi dan Bermimpi - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -